Diposkan pada jalan-jalan, Makanan

Main Ke Mall ITC

Assalamualaikum wr. wb

Kemarin pada hari jum’at tanggal 12 juli, saya ikut mami saya untuk main ke mall ITC.

Kami berangkat sebelum waktu ashar menaiki motor, kami melewati daerah kenjeran dimana lalu lintas disana sangat padat plus lebih berbahaya karena setiap di pertigaan atau perempatan yang ada traffic lights, pasti ada saja yang menerobos tanpa melihat sekeliling meski ramai juga, seperti rombongan motor, sampai kendaraan roda tiga, entah apa namanya. Menurut saya juga sedikit wajar, karena daerah disana memang lumayan panas cuacanya.

Setelah berkutat agak lama di jalanan yang padat dan panas, alhamdullilah kami sampai di tempat tujuan dengan selamat. Tetapi, setelah sampai kami tidak langsung masuk ke dalam mall begitu saja, kami masih harus mengikuti mami untuk foto dan shoot video.

Tak beberapa lama kemudian, akhirnya kami bisa masuk ke dalam mall yang hawanya sangat adem bagi saya, karena memang punggung saya sudah sangat kepanasan menyerap sinar matahari. Karena memang namanya “ITC mega grosir“, di pintu utama kita sudah disambut dengan berbagai macam tas, batik, sepatu, dll. Mungkin juga karena saat itu memang sedang masa “Back to school”. Bahkan disana ada restoran yang lumayan terkenal namun entah apakah diboikot atau tidak, seperti Pizza Hut, KFC, dan A&W.

Tapi, kami langsung saja menuju food courtnya langsung, satpam disana juga lumayan banyak, entah kenapa, mungkin karena kurangnya CCTV di sana. Kami menaiki lift yang juga dijaga oleh satpam yang kacanya tembus pandang lansung ke arah hall ITC, yang masih ada beberapa stand jualan.

Setelah sampai di lantai 3, mami saya langsung tertarik dengan stand rangin yang juga menjual klepon, juga berjualan tepat disebelah lift, kami langsung saja berkeliling untuk melihat lihat makanannya terlebih dahulu, sambil menunggu mami saya merekam seluruh food court. Setelah setengah sudah terekam, maka saya dan adik memutuskan untuk membeli jajanan yang jarang kami makan, saya membeli roti maryam, adik saya membeli kebab yang ukurannya sama seperti harganya.

Untuk harganya lumayan pas di isi dompet kami, Roti maryam yang ori harganya Rp8.000, jika tambah gula menjadi Rp10.000. Untuk kebabnya juga sama harganya Rp10.000. Untuk rasa menurut saya lumayan enaklah, meski lumayan susah dicari ditengah kota, untuk yang ini juga enak meski hanya dibumbui dengan mentega saja. Namun sayangnya, saya tidak sempat mencoba kebab milik adik saya, tapi katanya juga enak, tidak keras seperti yang biasanya.

Setelah puas makan, maka kami lanjut lagi ke daerah Surabaya street food yang sistemnya jika kita pesan di salah satu stand yang masuk di daerah tersebut, lalu kita diberikan nota untuk bayar di kasirnya, atau simpelnya seluruh stand di daerah tersebut nanti hanya bayar di satu kasir saja.

Oh ya, makanan disana juga lumayan beragam macamnya, selain jajanan yang lumayan langka untuk ditemukan, ada juga stand makanan yang lumayan murah makanannya, juga sudah gratis termasuk minumannya.

Penjual disana juga lebih terkesan berbeda dengan di restoran pada umumnya, mereka dengan semangat memanggil pengunjung agar membeli makanannya, berbeda dengan yang biasanya hanya menunggu pengunjung sambil bermain Handphone(HP).

Setelah selesai merekam seluruh food court, maka kami langsung pergi kembali ketempat stand rangin tadi, niatnya untuk membeli klepon, namun sayang kleponnya tidak ada, saat ditanya kenapa, memang saat masih baru buka jam 10, kleponnya masih ada, namun cepat habis atau laku. Mungkin memang sangat enak kleponnya.

Maka kami memutuskan membeli rangin saja, harganya juga lumayan, Rp10.000 an. Setelah membeli, kami langsung menuju ke daerah Surabaya street food tadi, oh ya, alasan kami makan ke sana karena memang sedang mengincar ke daerah yang lumayan sepi, bersih, dan nyaman karena di sofa yang sangat empuk dan besar.

Tempat duduknya disana juga sangat banyak, dan bersih. Tapi, maaf untuk mengatakannya, fasilitas tempat sampah di food court menurut saya kurang memadai, padahal tempatnya besar.

Sebelumnya kami juga membeli minuman di Mall tea yang hanya ada 2 tempat di Surabaya. Harganya juga lumayan memadai, ukurannya yang jumbo hanya seharga Rp5.000 saja.

Setelah puas makan kembali, maka kami menemani adik saya bermain mobi mobilan terlebih dahulu, karena memang sudah dijanjikan mami saya sebelumnya. Harganya juga sama seperti umumnya, seharga Rp10.000.

Oh ya, disana juga ada Charge station, menurut saya lumayan besar, jadi saat hp sedang lowbat, tidak usah gelisah, tinggal pergi ke daerah Charge station, ada banyak colokan listrik, lengkap dengan kursi dan meja, jika tidak bawa kepala colokannya juga masih aman, karena terdapat juga colokan kabelnya saja. Tapi, hal ini gak berlaku jika kita tidak bawa kabel cas.

Setelah adik saya selesai, maka saya membayar dan juga mendapat kupon untuk dikumpulkan sebanyak 7 agar bisa bermain gratis 1 kali. Saat perjalanan pulang, kami membeli sandal terlebih dahulu, barru kemudian kami pulang.

Mungkin itu dulu cerita saya kali ini, nantikan cerita saya yang lain ya!

Surabaya, 16 juli 2024

avatar Tidak diketahui

Penulis:

Hai, nama saya Darrell,saya sekolah sd,Hobi saya main sepak bola dan jalan - jalan

Tinggalkan komentar